Lafa Stable Berkuda dan Memanah

 Lafa Stable Berkuda dan Memanah


 

PENDAFTARN HUBUNGI:

  • 081283029731

LAFA PARK WISATA SYARIAH CIKARANG TIMUR, BEKASI

PENDAFTARAN
 

Benefits :
✓ Free mentoring
✓ Free modul
✓ Jadwal bisa disesuaikan dengan member
✓ Free aneka minuman

Member latihan berkuda / memanah 

• Sebulan 2x pertemuan Rp.650.000
• Sebulan 4x pertemuan Rp. 1.350.000
• Sebulan 8x pertemuan Rp. 2.000.000
 

Ajak teman/saudara kamu menjadi member berkuda lafa stable, dan dapatkan bonus voucher 50%

Teknik-Teknik Dasar dalam Berkuda

Teknik-Teknik Dasar dalam Berkuda – Berkuda atau pacuan kuda adalah salah satu jenis olahraga yang sudah eksis dari zaman dulu dan kuda di sini tentunya harus dilatih secara khusus untuk berpacu.

Berpacu berarti tentu bertanding dan bersaing dengan para peserta lainnya sehingga kuda harus dilatih dengan baik supaya mampu melaju menuju garis akhir dengan sempurna. Tetapi memang benar, pacuan kuda ini adalah olahraga yang sering dikaitkan dengan judi dan hal tersebut sebenarnya tidaklah keliru.

Bagi kamu yang gemar dengan kuda dan ingin memperoleh pengalaman menyenangkan dengan berkuda, baik itu secara pribadi atau mau menjadi atlet profesional berkuda, ada beberapa Teknik dasar menunggang kuda yang harus kamu perhatikan. Yuk simak cara-cara berikut ini supaya kamu tak kebingungan saat harus belajar.

Memilih Instruktur yang Tepat

Bila kamu ingin lebih cepat dalam mempelajari cara menunggang kuda, maka pilihlah instruktur yang paling profesional dan paling bisa kamu andalkan.

• Pilihlah seorang instruktur berkuda yang memang sudah berpengalaman sekaligus terbukti berkompeten. Pastikan juga bahwa ia merupakan instruktur yang dapat menjelaskan alias pandai bicara sehingga dapat memberikan pelajaran bagi pemula dengan baik dan mudah dipahami oleh pelajarnya. Bahkan penting juga untuk memilih seorang pelatih atau instruktur yang tahu banyak
tentang kuda, termasuk kepribadian kuda. 

Nah di lafa stable ini kami memiliki instruktur yang sudah berkompeten dan ahli dalam bidan olahraga berkuda dan memanah, kalian akan dipandu dari awal sampai bisa, serta mendapatkan penjelasan-penjelasan terkait kepribadian-kepribadian kuda.
 

• Setelah memilih instruktur yang menurut kamu cukup handal dan terpercaya, pastikan untuk memberitahukannya bahwa kamu adalah seorang pemula. Tak masalah juga bila ingin mengatakan pada instruktur bahwa kamu butuh seekor kuda yang sudah terlatih.
 

• Berbicaralah pada instruktur dan mintalah kepadanya untuk menceritakan pengalamannya selama menunggang kuda dan cari tahu juga apakah ia mampu berkuda karena mengikuti pelatihan formal atau tidak.
 

• Pilih seorang instruktur yang memang telah memiliki pengalaman mengajar sehingga kamu pun akan mengalami kemajuan yang cukup berarti nantinya ketika menunggang kuda.
 

• Perhatikan ketika instruktur memberikan contoh dengan menunggangi kuda sehingga kamu dapat menyerap tentang cara menunggang kuda yang baik.

Naik Kuda

Berlatihlah dulu dari hal-hal yang mudah, seperti contohnya naik kuda. Seseorang yang masih tergolong pemula dan belum memiliki pengalaman sebelumnya kemungkinan akan ragu dan takut sehingga dapat menyakiti kuda atau kuda tersebut akan bergerak saat ia dalam proses menaikinya. 

Untuk naik kuda, sebaiknya kamu selalu mengawali dari sisi kiri kuda karena kekuatan pijakan ada di kaki sebelah kanan pada kebanyakan orang agar dapat menghentak untuk naik ke atas. Sekali loncat biasanya akan langsung bisa naik apabila hentakan sekaligus pegangan tangan sangat kuat.

Sekali loncat biasanya akan kemudian langsung dalam posisi duduk, tapi juga jangan terlalu kuat supaya kamu tak merosot dan melewati bagian sisi kanan kuda. Jika awalnya dibantu oleh instruktur, cobalah untuk berikutnya tak dibantu orang lain. Bila kamu sudah mampu duduk di atas pelana sendiri, bersiaplah untuk teknik selanjutnya.

Jalan Biasa

  • Di awal proses pembelajaran dan pelatihan, jangan terlalu terburu-buru ingin menunggang kuda seperti yang kamu lihat di televisi. 
  • Awali dengan jalan biasa dulu dan mengendalikan kestabilan. Untuk mengawali menunggang kuda secara biasa, hentakkan kedua kaki sedikit ke perut kuda dan kuda pun secara sendirinya akan bergerak maju.
  • Pastikan posisi duduk sudah penuh di pelana dan terasa nyaman dan jangan lupa untuk menjaga keseimbangan. Keseimbangan dapat terjaga dengan baik ketika kita mengatur pinggang. 
  • Pastikan juga pijakan kaki adalah pada tahap ringan dan tujuannya hanya untuk menjaga keseimbangan dan membantu mengendalikan gerak kuda.

Lari Biasa

  • Setelah lebih seimbang dan dapat berjalan biasa dengan baik, maka teknik menunggang kuda berikutnya yang dapat dipelajari dan dilatih adalah lari biasa. Dalam hal ini, pastikan untuk kedua kaki dirapatkan ke tubuh kuda dan kuda pun pasti bakal mulai berlari di mana kecepatannya sangat standar dan normal.
     
  • Tangan yang memegang tali kendali agak pendek dapat mengikuti irama kepala kuda sambil berlari.
     
  • Hati-hati karena terkadang seorang joki tak lagi merasa mampu mengendalikan saat posisi duduk sudah mulai loncat mengikuti suara sepatu kuda. Konsentrasi seorang joki atau penunggang kuda perlu fokus sebab jika tidak, irama loncat duduknya menjadi kurang teratur dan tak terasa nyaman.
     
  • Bahkan bila tak berkonsentrasi, maka posisi bokong akan miring ke kiri dan kanan karena lompatan duduknya tak dapat diatur. Saat hal ini terjadi, jangan heran jika akibatnya kaki pun mengalami kram.
     
  • Latihlah untuk berkonsentrasi mengendalikan posisi tubuh sendiri dan jalannya kuda agar tak mudah miring apalagi jatuh. 

Lari Cepat

  • Saat jalan biasa sudah dikuasai dan lari biasa juga bukan lagi masalah bagi kamu, bersiaplah untuk mencoba latihan lari cepat. Dalam melatih gerakan ini, kedua kaki perlu dirapatkan secara ketat pada tubuh kuda dan pastikan pula bahwa kedua paha pun merapat ketat tepat di bawah pelana. Hal ini adalah cara supaya pantat joki dapat terangkat melayang ketika kuda berlari cepat.
  • Cuma ada 2 ketukan panjang pada suara kaki kuda dan kedua tangan pada tali kendali perlu kuat agar dapat menyesuaikan irama kepala kuda yang maju serta mundur. Karena masih pemula, alangkah baiknya kalau joki bisa mengarahkan kuda secara lurus.
  • Bila mau belajar lebih, latihlah dengan sedikit berbelok tetapi harus tetap menjaga keseimbangan dan kelurusan tubuh. Saat kuda berlari cepat, ia akan dapat berbelok secara kuat 60-90 derajat dengan kecepatan 20 km/jam yang ada pada kategori belokan aman. Hati-hati dengan kecepatan 30 km/jam sebab ini bisa saja memisahkan joki dan kudanya.
  • Bahkan ada potensi dengan menaikkan kecepatan dan belum seimbang, maka joki pun dapat jatuh ke depan dan kuda akan berbelok sendiri tanpa joki. Tentu sangat berisiko saat melatih diri menunggang kuda meski ada instruktur yang memimpin dan menjaga. Jika teknik jalan dan lari biasa belum betul-betul dikuasai, lebih baik jangan coba berlari cepat.

Bersabar

  • Berlatih olahraga berkuda bukanlah sesuatu yang instan dan untuk itulah setiap orang yang ingin belajar berkuda sebaiknya punya kesabaran tinggi. 
  • Belajar menunggang kuda terkadang dapat cukup lambat sehingga kita akan merasa bosan. Ketika rasanya tak ada kemajuan dalam berlatih, inilah fase di mana rasa bosan itu menghantui.
  • Untuk belajar seimbang dan stabil di awal memang sangat berpotensi membutuhkan waktu cukup lama sehingga memang terkadang seperti tak ada kemajuan sama sekali. 
  • Jangan menyerang jika memang kamu merasa kemajuan yang dialami sedikit-sedikit atau justru belum ada kemajuan sama sekali. Agar cepat bisa, jangan mudah tergoda untuk berhenti.

10 KESALAHAN DALAM BERKUDA

  1. Menyeimbangkan dengan tali kendali.
     
  2. Tidak faham penekanan dan pelongaran (Pressure & Release) atau tarik ulur dengan tali kendali.
     
  3. Menaruh kaki terlalu dalam di Stir up.
     
  4. Menekan dengan dengkul ke Sadel. Contek ada pantat dan paha dan Betis saja. kuda bisa Bucking
     
  5. Jangan menekan dgn tumit.
     
  6. Melihat ke bawah terus. Harus lihat ke depan.
     
  7. Tengang dan kaget dan gugup. Tatik nafas dalam dalam agar Rilex.
     
  8. Tidak menempatkan Kaki di bawah badan. Kalau kaki benar ini akan mudah mengontrol anggota badan
     
  9. Tangan salah meposisikan seperti lurus dan terlalu pendek memegang tali kendali. Tidak Rilex.
     
  10. Tidak paham The One Ring Stop. Artinya tindakan apa bila tiba tiba kuda melakukan tindakan yang kita Tidak di inginkan.

TEKNIK MEMANAH

1. Teknik Dasar Memanah: Stance

Stance adalah sikap atau posisi kaki saat berdiri di atas lantai atau tanah. Posisi kaki yang baik pada saat berdiri memiliki 2 syarat, yaitu: 

▪ Syarat Pertama: Titik berat badan saat berdiri ditopang oleh kedua kaki secara seimbang yakni dengan persentase 60 – 70 % bertumpu pada bola kaki sedangkan sisanya 30 – 40 % bertumpu pada tumit. 

▪ Syarat Kedua: Posisi tubuh harus seimbang dan tegak. Dalam artian tidak condong ke depan atau ke belakang dan samping kanan dan samping kiri. Agar mencapai tubuh yang seimbang dan sikap berdiri yang benar maka ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu: 

 ▪ Pertama: Jarak antar kedua kaki harus selebar bahu. 

▪ Kedua: Ujung kaki harus menyentuh garis khayal di bagian tengah sasaran target. Dan 

▪ Ketiga: Pastikan kedua lutut dalam kondisi rileks (tidak tegang) 

Sikap posisi kaki yang benar dalam olahraga panahan ada 4 macam, diantaranya: 

 1. Square or Parallel Stance ialah sikap posisi kaki sejajar dengan lantai. Yakni dengan meluruskan kedua ujuang kaki sejajar dengan sasaran target. Sedangkan posisi dada dengan sasaran membentuk sudur 90o. 

2. Open Stance ialah posisi kaki terhadap lantai terbuka sedikit lebar. Dalam artian posisi kaki kanan sedikit maju ke depan dan kaki kiri sejajar dengan sasaran target sedikit serong ke kiri. Badan membentuk sudut 60o. 

3. Close Stance ialah sikap atau posisi kaki pada saat berdiri di atas lantai secara tertutup. Maksudnya adalah bagain ujung kaki kanan menyentuh garis khayal dan bagian tumit kaki kiri bersentuhan garis khayal atau sejajar dengan kaki kanan. Dada membentuk sudut 120o. 

4. Oblique Stance ialah kebalikan dari closes stance yakni bagian ujung kaki depan sejajar dengan bagian ujung kaki kiri dengan arah menyerong menuju tengah sasaran. Dan dada membentuk sudut 45o.

2. Teknik Dasar Memanah: Nocking

Nocking adalah gerakan dasar memanah dengan menempatkan atau memasukkan ekor atau ujung panah ke tempat anak panah (nocking point) pada tali busur serta meletakkan gandar (shaft) pada sandaran yang telah disediakan. 

Agar teknik nocking dapat bekerja dengan baik dan tepat sasaran maka ada 3 aspek yang perlu diperhatikan seorang pemanah yakni: 

  1. Aspek I: Bulu indeks pada bagian ekor panah harus menjauhi sisi jendela busur. 
  2. Aspek II: Ekor panah harus tapat masuk ke tali. 
  3. Aspek III: Nocking point (anak panah) harus benar-benar masuk dan pas ke nock. Apabila anak panah terlalu besar maupun longgar maka akan menggangu terbangnya anak panah.

3. Teknik Dasar Memanah: Hooking And Gripping The Bow

Hooking and Gripping the Bow ialah gerakan memanah dengan menempatkan maupun mengaitkan jari di tali setelah anak panah atau nocking point terpasang dengan benar. Posisi jari harus ditempatkan pada tali dan tali harus diposisikan di sendi pertama, lebih tepatnya pada bagian sendi atas jari telunjuk, di bawah jari tengah dan di belakang sendiri jari manis. Perlu diingat jangan mencoba meletakkan tali pada sendi pertama di bagian jari atas dan bawah. 

Hal ini bisa membahayakan perkembangan sendi. Sebelum menerbangkan atau menembah anak panah maka seorang pemanah harus mengecek terlebih dahulu tab tali antara nocking point dengan posisi jari di tab. Agar proses penembakan panah berjalan lancar maka lebih baik menggunakan pembatas jari sehingga jari akan berada pada posisinya dengan benar dan terasa lebih relaks. 

Apabila tidak menggunakan pembatas jari maka jari akan terasa cenderung menyebar. Sehingga bisa menggangu proses penembakan.

4. Teknik Dasar Memanah: Mindset

Mindset adalah aspek yang harus dipenuhi oleh seorang pemanah baik dalam kondisi fisik dam taktik. Mindset adalah aspek yang paling penting dari semua spek yang ada. Karena seorang pemanah harus benar-benar rilkes disaat menembak anak panah dari busurnya. 

Oleh karenanya seorang pemanah harus lebih aktif dan tetap fokus terhadap berbagai tugas lapangan maupun pertandingan. Seorang pemanah yang kontinu melatih dirinya, maka akan senantiasa fokus terhadap tugas yang sedang dihadapi. Sehingga ketika anak busur diterbangkan maka akan mendapatkan bonus atau skor yang lebih baik.

5. Teknik Dasar Memanah: Set-Up

Set-up adalah istilah yang hampir sama dengan pre-draw yakni gerak tarikan awal. Artinya adalah kekuatan tekanan jari tangan pada tali saat tarikan penuh (full-draw) kira-kira 30%, kemudian pada jari tengah sekitar 50% – 60% dan jari manis 20%. Akan tetapi perbedaan antara pre-draw dengan full-draw ialah pada tarikan tekanan di jarijaringan. Posisi yang tepat teknik set up adalah posisi tungkai lurus, rileks, berat badan ditumpu dengan kedua kaki dengan persentase bola kaki dan tumit masing-masing adalah 60% – 70% dan 30% – 40%. 

Perputaran tubuh pada bagian atas (upper body) harus dimulai dari panggul, kemudian bahu diluruskan tepat mengenai target dan panggul diputar agar lurus dengan target. Jika pemanah mengggunakan open stance panggul dengan sendirinya terbuka ke arah target. Dan yang perlu dihindari ketika panggul segaris dengan bahu maka akan menyebabkan ketengan otot. Untuk menghasilkan stabilitas yang baik maka tulang dada (stenum) ditekan dan otot perlu ditahan. 

Beberapa keselahan yang sering terjadi oleh pemanah yaitu: badan terlalu condong ke arah target dan pada bagian leher bahu terlalu tegang. Apabila ini dilakukan terus menerus maka akan mengakibatkan kepala selalu menengadah kebelakang.

6. Teknik Dasar Memanah: Drawing

Drawing adalah teknik memanah dengan melakukan gerakan menarik tali busur sampai menyentuh bagian dagu, bibir dan hidung serta dilanjutkan dengan menjangkarkan tangan penarik tali di dagu. 

 Ada 9 aspek yang perlu diperhatikan apabila menggunakan teknik drawing, diantaranya: 

  1.  ▪ Saat drawing harus bernapas. Dan saat busur diangkat, ambil napas dengan menggunakan teknik pernapasan diafragma. 
  2. ▪ Tarik lurus sesuai dengan lintasan tali hingga menyentuh dagu dari sikap set-up. Sekitar 2-3 inch di bahwah anchor point. Pastikan saat menarik serileks mungkin hingga gerakan menembak. 
  3. ▪ Untuk mendapatkan perasaan rileks maka saat menarik tali busur ambil napas secara perlahan-lahan. 
  4. ▪ Angel atau sudut tangan kanan bagian belakang harus stabil. Pemanah jangan memutar tangan saat melakuakn drawing. Karena memutar tangan bisa meyebabkan puntiran tali (torque) menjadi lebar. 
  5. ▪ Ada dua hal yang perlu diperhatikan yakni lengan penarik dan jari penarik. Kedua hal ini harus dilakukan optimal saat melakukan penarikan. Jida tidak akan menyebabkan jari-jari tangan lemas. 
  6. ▪ Saat melakukan drawing, visir harus tepat berada di atas pusat garis horizontal. Ini bertujuan untuk menaikkan lengan panahan busur sebagai tanda bidikan. 
  7. ▪ Saat melakukan penarikan busur, bahu tetap berada pada posisinya. Dalam artian tidak terlalu rendah dan juga menonjol. 
  8. ▪ Saat lengan panahan busur diluruskan akan tampak berbentuk huruf “V” di ujung bahu. Hal ini dapat terbentuk jika otot tricep pada lengan panahan busur harus kuat agar membantu bow shoulder tidak menonjol. 
  9. ▪ Gunakan otot bahu saat menarik busur. Yaitu otot deltoideus posterior, tere major, rhomboideus dan travezius.

7. Teknik Dasar Memanah: 

Anchoring Anchoring adalah gerakan dasar teknik memanah dengan menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu atau rahang.

8. Teknik Dasar Memanah: Loading/Transfer To Holding

9. Teknik Dasar Memanah: Aiming And Expansion

Aiming and Expension adalah suatu gerakan dengan mengarahkan atau menempatkan titik alat pembidik (visir) tepat berda pada titik sasaran. 
 
Ada 3 aspek yang perlu diperhatikan saat membidik yaitu sikap memanah harus tetap dipertahankan, string alignmet harus tetap dan jangan membidik target terlalu lama. Aiming baru bisa dimulai jika fase transfer dan holding tercapai. Dan waktu idealnya adalah 1 – 3 detik untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

10. Teknik Dasar Memanah: Release

Release adalah gerakan teknik memanah yakni dengan merilekskan jari-jari penarik tali. Agar anah panah dapat terbang dengan mulus maka pastikan release bekerja dengan baik. 
 
Ada dua model release yang dapat digunakan dalam teknik memanah, diantaranya: 
 
  1. ▪ Dead release: Suatu teknik memanah disaat tali lepas meninggalkan anchoring. Akan tetapi tangan penarik tetap menempel pada dagu. Seperti halnya sebelum tali di lepas. 
  2. ▪ Action atau active release: adalah teknik dimana saat busur dilepas, posisi tangan melewati atau menelusuri dagu dan leher pemanah. Dari dua model teknik release diatas, banyak para pemanah atau atlit panah menerapkan teknik active release karena mudah dan iramanya dapat diterapkan dengan baik.

11. Teknik Dasar Memanah: Follow – Through

Follow – Through adalah bagian dari teknik release. Artinya teknik ini bisa digunakan secara alami atau tidak dibuat secara berlebihan. Follow – Through yang berlebihan akan menyebabkan titik berat panah dan tembakan menjadi kacau. Oleh karenanya seorang pemanah harus bisa mengontrol tembakannya dan perasaan saat menembak busur.

12. Teknik Dasar Memanah: Relaksasi Dan Feedback

Feed-Back adalah posisi dimana pemanah tidak emosional dalam menganalisis suatu masalah yang muncul. Dalam hal ini pemanah harus bertanggung jawab terhadap pada hasil tembakan. Dan seorang pemanah juga harus bisa merasakan tembakan yang diarahkan ke target. Dengan berpedoman kepada teknik-teknik yang diajarkan. 
 

 

Kesimpulan Teknik Memanah

Bagian terpenting yang harus dikuasi oleh seorang pemanah adalah sikap memanah atau shooting form yang tidak menyalahi hukum mekanika gerak. 
 
Teknik memanah pada umumnya yang diterapin di dunia adalah 9 tahapan. Diantaranya: 
  1. Sikap Atau Cara Berdiri (Open Stance), 
  2. Memasang Ekor Panag (Nocking), 
  3. Mengangkat Lengan (Extend), 
  4. Menarik Tali Busur (Drawing), 
  5. Menjangkarkan Tali Penarik (Anchoring), 
  6. Menahan Sikap Memanah (Tighten/Hold), 
  7. Membidik (Aiming), 
  8. Melepas Tali/Panah (Release) Dan
  9. Menahan Sikap Memanah (After Hold)

0 Komentar